Tetua Xie dan Ketua Sekte memandang peristiwa yang terjadi dengan mata membelalak, masih sulit percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Lawan yang baru saja dikalahkan itu adalah seorang grandmaster. Dalam dunia kultivasi, perbedaan kekuatan antara tingkat grandmaster dan Forging Qi seperti bumi dan langit, apalagi ini grandmaster tingkat fana—seharusnya mustahil bagi seseorang di tingkat Forging Qi untuk menaklukkannya begitu mudah.

"Tetua Xie, kekuatannya hanya Forging Qi tingkat dua, kan?" tanya Ketua Sekte dengan nada ragu.

Dia melanjutkan dengan suara pelan, "Lihatlah, Tetua... Pakaiannya terlihat aneh, tidak ada tanda-tanda istimewa darinya. Tapi dengan mudahnya dia membunuh seorang grandmaster..."

"Benar, Ketua. Sejak di alun-alun, aku sudah merasa ada sesuatu yang aneh dari pria ini. Pertanyaannya sekarang, apakah dia kawan atau lawan? Kita harus tetap berhati-hati," ujar Tetua Xie, masih belum bisa memahami situasi.

"Apakah aku salah lihat? Bagaimana mungkin seseorang di tingkat Forging Qi bisa mengalahkan grandmaster begitu mudah?" bisik salah satu anggota sekte kegelapan dengan wajah tegang.

"Hanya satu serangan, dan grandmaster fana langsung mati?" sahut anggota lainnya, sama terkejutnya.

Di kedua sisi, para musuh yang mengepung dan juga pihak Ketua Sekte Api Langit dan Tetua Xie masih terdiam dalam keterkejutan. Mereka baru saja menyaksikan sesuatu yang tak masuk akal. Seorang grandmaster tingkat fana telah tumbang hanya dalam satu pukulan dari pria misterius itu.

"Tidak mungkin! Bagaimana dia bisa mengalahkan seorang grandmaster dengan begitu mudah?" geram salah satu dari mereka, matanya penuh ketidakpercayaan.

Bai Xu yang memiliki tubuh kekar dengan jubah hitam berbordir ungu, mengernyit curiga. Sebagai salah satu petinggi dalam kelompok mereka, dia tahu persis bahwa pria yang baru saja terbunuh itu memiliki tingkat kekuatan yang tidak jauh berbeda darinya. Bai Xu sendiri berhasil mencapai tingkat Immortal dengan cara terlarang, tetapi dia sangat memahami betapa kuatnya rekannya yang baru saja mati.

Dia menatap Lynx tajam, lalu menoleh ke arah Yang Fei, immortal yang bersamanya. "Apa kamu tidak ingat? Pria tua immortal yang kita hadapi tadi terluka parah saat kita tiba di sini... Dan pria ini muncul dengan kekuatan yang begitu besar. Bisa jadi dialah penyebab luka itu!"

Para anggota lainnya saling berpandangan, kesadaran mulai muncul dalam benak mereka. Jika pria ini benar-benar yang mengalahkan seorang immortal sebelumnya, maka dia bukanlah lawan yang bisa diremehkan.

Namun, rasa takut akan hukuman dari Ketua Sekte Kegelapan jauh lebih besar dibandingkan kewaspadaan mereka. Dengan suara lantang, Yang Fei—seorang immortal yang juga naik tingkat dengan cara terlarang—berteriak, "Apa pun yang terjadi, kita tidak bisa membiarkan dia menghina kita seperti ini! Serang bersama!"

Bersamaan dengan teriakan itu, dia dan Bai Xu, sesama immortal tingkat menengah, melesat maju. Kekuatan mereka meledak seketika, menimbulkan pusaran energi dahsyat yang mengguncang tanah. Udara di sekitar mereka bergetar hebat akibat tekanan yang mereka hasilkan, dan dalam sekejap, mereka melesat ke arah Lynx seperti kilat.

"Bagus, kalian menyerang sekaligus. Ini menghemat waktuku," ujar Lynx dengan nada santai.

Namun, sebelum serangan mereka bisa menyentuhnya, Lynx bergerak lebih cepat. Dalam satu gerakan secepat bayangan, tangannya terjulur, langsung menangkap kepala keduanya.

BAM!

Dengan mudah, dia membenturkan kepala mereka satu sama lain dengan keras.

"Rasakan ini. Bagaimana rasanya kalau kepala kalian kuadu?" kata Lynx, disertai tawa pelan yang terdengar santai namun penuh ancaman.

Benturan dahsyat itu menciptakan gelombang kejut yang mengguncang udara. Bai Xu dan Yang Fei terhuyung ke belakang, pandangan mereka berputar akibat hantaman yang begitu kuat. Tanah di sekitar mereka merekah, pohon-pohon tumbang, dan debu beterbangan ke langit, menyelimuti tempat itu dalam kabut kelam.

Namun, Lynx sama sekali tak menghiraukan kehancuran di sekelilingnya. Tatapan matanya tajam saat ia mengaktifkan penglihatannya yang bisa menembus tubuh mereka. Dia ingin mencari petunjuk lebih lanjut tentang siapa mereka sebenarnya.

Saat itu juga, sesuatu yang mencurigakan terlihat. Di balik jubah mereka, tersembunyi sebuah giok dengan pola yang sama seperti yang dimiliki Gao Zhen—pria yang dulu menyerangnya di hutan Fengling saat dia dan Komandan Jiang menemani Li Wei.

Mata Lynx menyipit. "Kalian dari Sekte Kegelapan. Apa yang kalian inginkan?"

Mendengar kata-kata itu, Bai Xu dan Yang Fei tersentak. Mereka saling bertukar pandang, ekspresi mereka seketika berubah—penuh kebingungan dan keterkejutan.

"Bagaimana dia bisa tahu...?" salah satu dari mereka berbisik lirih, namun segera menggertakkan giginya.

"Tak peduli bagaimana dia mengetahuinya... Dia harus mati!"

Mereka berdua kembali maju, kali ini dengan kekuatan penuh. Api hitam membara di sekitar tubuh mereka, sementara angin kencang berputar liar akibat energi yang mereka lepaskan. Dengan mata penuh amarah, mereka mengerahkan segalanya untuk membunuh pria yang berdiri di hadapan mereka.

Lynx menghela napas pelan. Menangkap mereka hanya akan membuang waktuku. Aku sudah bisa menebak tujuan mereka sebenarnya. Lagipula, kalau pun aku mencoba menginterogasi mereka, segel jiwa mereka pasti akan aktif dan membunuh mereka seketika. Lebih baik aku menghabisi mereka sekarang, agar aku bisa kembali mengobati Ling Mei, batinnya sambil mengamati gerakan lawannya.

Saat serangan itu datang, Lynx tidak menghindar.

Semua orang yang menyaksikan merasa terkejut—mereka mengira pria misterius itu akan binasa. Namun, sebelum serangan mereka menyentuhnya, Lynx menghilang dalam sekejap.

Dalam satu langkah cepat, dia sudah berada tepat di hadapan mereka.

BOOM!

Pukulan telapak tangannya menghantam tubuh mereka berdua dalam sekejap mata.

Ledakan besar mengguncang udara. Tubuh kedua immortal itu tak sempat melawan, mereka langsung hancur berkeping-keping, tercerai-berai seketika. Darah berceceran di tanah, membuktikan bahwa serangan itu benar-benar mematikan.

Di kejauhan, Tetua Xie dan Ketua Sekte Api Langit hanya bisa terpaku. Mata mereka membelalak lebar, sulit percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Pukulan Lynx tadi… terlihat begitu pelan, begitu ringan, seolah hanya sentuhan biasa. Namun, hasilnya mengerikan—dua immortal tingkat menengah hancur dalam sekejap.

Tetua Xie menelan ludah. "Bagaimana… mungkin?"

Ketua Sekte Api Langit, Zhao Xinyue, juga tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Di dalam hatinya, dia mulai menyadari satu hal—pria di hadapannya ini bukanlah kultivator biasa. Dia adalah eksistensi yang jauh melampaui apa yang bisa mereka bayangkan.

Tetua Xie mendekat ke Zhao Xinyue dan berbisik pelan, suaranya penuh keraguan, "Mungkinkah pakaiannya adalah artefak tingkat dewa? Sama seperti senjata iblis yang dapat meningkatkan kekuatan pemiliknya hingga melampaui ranah immortal. Bisa jadi, benda seperti itu yang membuatnya begitu kuat."

Zhao Xinyue menggeleng pelan, matanya tetap terpaku pada sosok Lynx yang berdiri di tengah medan pertempuran yang porak-poranda. "Aku tidak tahu…" jawabnya lirih. Namun, di dalam hatinya, dia memiliki kecurigaan yang sama. Ranah pria ini hanya Forging Qi tingkat dua, tapi kekuatannya, kecepatannya, dan kemampuannya dalam menghadapi immortal tingkat menengah begitu luar biasa, seolah-olah dia tidak terbebani oleh batasan dunia ini.

Sementara itu, anak buah dari kedua immortal yang telah tewas mulai gemetar ketakutan. Mereka saling berpandangan, lalu tanpa pikir panjang, memilih untuk melarikan diri. Mereka tahu bahwa tanpa pemimpin mereka, bertahan di hadapan Lynx sama saja dengan mencari kematian.

Namun, Lynx tidak menunjukkan minat untuk mengejar mereka. Dia hanya menatap dingin ke arah para kultivator yang berlarian, membiarkan mereka menghilang ke dalam bayang-bayang hutan.

Setelah suasana kembali tenang, Lynx menoleh ke arah Ketua Sekte dan Tetua Xie. Tatapannya tajam, penuh kewaspadaan. "Sekarang, aku ingin tahu. Siapa kalian?" tanyanya, suaranya tenang namun mengandung tekanan yang tak bisa diabaikan.

Zhao Xinyue menghela napas, lalu melangkah maju dengan penuh kewibawaan. "Aku adalah Zhao Xinyue, Ketua Sekte Api Langit." Tatapannya mengandung rasa hormat dan rasa ingin tahu yang bercampur menjadi satu.

Di sampingnya, Tetua Xie ikut maju dan membungkuk sedikit. "Aku Xie Lian, salah satu tetua sekte."

Lynx menatap mereka sejenak, lalu tanpa berkata apa-apa lagi, dia berbalik dan pergi.

Zhao Xinyue dan Xie Lian terkejut. Dalam sekejap, sosok Lynx sudah menghilang tanpa jejak. Bahkan dengan mata mereka yang terlatih, mereka tidak bisa menangkap gerakan pria itu.

Mata Zhao Xinyue sedikit menyipit, hatinya dipenuhi rasa penasaran yang semakin mendalam. "Kecepatan seperti itu… siapa sebenarnya dia?" gumamnya.

Xie Lian pun terdiam, perasaan yang sama menggelayuti pikirannya. Mereka telah bertemu banyak ahli dalam hidup mereka, tapi Lynx jelas berada di luar pemahaman mereka.

